+62 21 809-4741
utsmanipusat@gmail.com

Tata Cara Zakat Perniagaan Emas

Pertanyaan:

Kerjaan saya jual beli emas, yang saya mau tanyakan modal awal atau modal sekarang yang wajib dizakati?

Jawaban:

Alhamdulillah anda termasuk beruntung mendapat amanat harta dari Allah SWT, semoga harta yang dimiliki berkah dan dapat memberikan manfaat yang banyak.

Untuk pembayaran zakat dari usaha jual beli emas harus memenuhi dua syarat. Yaitu telah sampai nisab senilai dengan 85 gram emas, dan syarat kedua usahanya telah berjalan selama satu tahun (mencapai haul).

Khusus untuk zakat perniagaan atau zakat dari usaha, yang dimasukkan ke dalam perhitungan zakat tidak hanya modalnya saja, tetapi ada 5 unsur yang masuk di dalamnya yaitu

  1. Modal akhir yang dimiliki.
  2. Keuntungan yang didapatkan
  3. Piutang
  4. Hutang
  5. Kerugian

Dengan rumus perhitungan zakat sebagai berikut

Zakat perniagaan = [(modal + keuntungan + piutang) – (Hutang +kerugian)] x 2,5%

Jika hasil akhir dari perhitungan nilainya sama atau lebih besar dari 85 gram emas, maka wajib dikeluarkan zakatnya senilai 2,5%. Berbeda ketika hasilnya dibawah nilai 85 gram emas, maka hasil usaha tersebut tidak wajib untuk dikeluarkan zakatnya. Sesuai pertanyaan diatas, modal yang dimasukkan dalam perhitungan adalah modal akhir yang dimiliki saat perhitungan zakat dilakukan.

Wallahu’alam

Read more

Hukum Menyalurkan Zakat Langsung

fenomena masyarakat kita masih banyak vang memberikan zakat langsung ke orang-orang miskin, guru ngaji.

Pertanyaan: 

Apa hukumnya menyalurkan zakat ke mustahik?, apakah di masa Rasulullah juga seperti itu? Terima kasih.

Jawaban:

Menyalurkan zakat secara langsung kepada yang berhak (mustahik), sepanjang semua ketentuan fiqhnya terpenuhi, seperti kadar zakat yang dikeluarkan benar, yang menerima juga benar-benar yang berhak (delapan asnaf), maka hukumnya sah. Untuk menjamin keabsahan tersebut, muzakki harus memiliki keilmuan tentang zakat yang memadai. Karena jika salah dalam menyerahkan zakatnya, ia harus mempertanggung jawabkan sendiri di hadapan Allah SWT. dengan berzakat melalui amil, semua beban pertanggung- jawaban beralih ke pundak amil sepenuhnya.

Di masa Rasulullah SAW semua zakat dibayarkan melalui amil (petugas zakat), kecuali shadaqah-shadaqah yang bersifat sunnah. Oleh karena itu Rasulullah mengangkat banyak petugas zakat (amil) dari para sahabat untuk memungut zakat dari kaum Muslimin yang kaya untuk diberikan kepada yang berhak. Hal ini sesuai dengan perintah Allah SWT, “Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan mensucikan mereka” (9.5. 9: 103)

Dengan demikian membayar zakat melalui amil lebih baik daripada langsung, karena diantara kelebihannya adalah:

(1) lebih sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah SAW.

(2) lebih terjaga keikhlasan muzakki,

(3) mustahik terhindar dari rendah diri saat bertemu langsung dengan muzakli.

(4) lebih efektif dalam mobilisasi dana zakat.

(5) lebih tepat sasaran.

(6) Lebih efesien dan efektif dalam pendayagunaan zakat untuk pengentasan kemiskinan.

(7) lebih berkah karena didoakan oleh amil. Wallahu alam.

Read more