+62 21 809-4741
utsmanipusat@gmail.com

Agar Dapur Tertata Rapi

Dapur yang tertata rapi dengan penempatan peralatan dan bahan-bahan dapur yang tepat bisa meningkatkan efisiensi memasak, selain membuatnya enak dipandang. Jika Anda di dapur menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari-cari perkakas atau bahan-bahan dapur daripada untuk memasak, berarti dapur Anda belum cukup tertata. Tips menata ruang dapur berikut ini bukan hanya berfokus pada penampakan luar dapur, melainkan juga mengupas cara menata bagian dalam kabinet dan laci dapur.

Cara menata ruang dapur

Mengingat dapur sebagai bagian yang sangat fungsional sebuah rumah, penataan dapur tidak cukup hanya bertujuan membuat dapur tampak cantik, tetapi juga perlu mempertimbangkan kepraktisannya. Penampilan cantik sebuah dapur bisa dinikmati siapa saja, sedangkan kepraktisan dapur bisa dirasakan pemakai dapur ketika memasak.

Prinsip-prinsip cara menata dapur agar cantik:

  • Bersih. Kebersihan dapur mutlak menjadi prioritas utama karena dapur merupakan tempat menyimpan dan menyiapkan makanan. Bersihkan meja dapur, lemari es, sekitar kompor, lantai, dan permukaan-permukaan lain dengan produk pembersih, seperti Cif, setiap kali Anda selesai memasak.
  • Kering. Area sekitar wastafel cuci piring rawan menjadi becek. Bila mungkin, letakkan rak khusus di atas atau dekat wastafel untuk meniriskan perkakas yang baru dicuci sehingga tetesan airnya tidak meluber ke mana-mana. Segera lap ceceran air supaya tidak meninggalkan noda air kering atau kerak kapur.
  • Bebas bau. Uap masakan yang terlalu pekat bisa meninggalkan bau di dapur dan ruang-ruang lain. Gunakan bahan-bahan atau produk penyerap bau dan usahakan sirkulasi udara di dapur lancar agar uap terbawa angin ke luar rumah.
  • Ringkas. Sembunyikan sebanyak mungkin objek dapur agar tidak berserakan. Anda bisa mempertimbangkan mengganti rak piring terbuka dengan lemari, kabinet, dan laci dapur untuk menyimpan peralatan masak dan bahan-bahan dapur. Jika ruang penyimpanan terbatas, Anda bisa menyiasatinya dengan menggantung peralatan masak di dinding tanpa mengabaikan estetika. Pindahkan kelebihan masakan ke wadah dan simpan di dalam kulkas, daripada membiarkannya di dalam panci yang digeletakkan begitu saja.

Menata dapur untuk mewujudkan kepraktisan pada dasarnya menaruh peralatan masak dan bahan-bahan dapur agar mudah ditemukan dan dijangkau.

  • Garam, lada bubuk, dan bumbu-bumbu siap pakai sebaiknya disimpan di dekat kompor. Begitu juga dengan peralatan masak utama, seperti wajan dan panci andalan.
  • Peralatan makan bisa disimpan lebih jauh dari kompor tetapi dekat dengan tempat cuci piring.
  • Loyang dan peralatan panggang lebih baik disimpan di dekat oven.
  • Simpan perkakas dapur yang jarang dipakai di tempat yang lebih tersembunyi di dalam lemari.

Tips menata peralatan dapur di dalam kabinet dan laci

Menata dapur menjadi lebih mudah jika Anda memiliki cukup tempat penyimpanan. Laci lebih baik daripada lemari karena barang-barang yang disimpan di laci terlihat dari atas sehingga lebih mudah ditemukan dan dijangkau. Sebaliknya, benda-benda di pojok belakang lemari tidak terlihat dan sulit diraih. Walau begitu, kabinet dinding tetap diperlukan untuk memanfaatkan ruang dapur sebaik mungkin.

Menata kabinet dinding dapur:

  • Alokasikan satu kabinet untuk bumbu-bumbu kering siap pakai, tepung, dan biji-bijian. Simpan setiap jenis bahan tersebut di stoples-stoples transparan. Minyak-minyakan dan saus botolan bisa juga masuk dalam kabinet ini.
  • Sediakan satu kabinet untuk persediaan kopi, teh, makanan kaleng, dan makanan instan. Anda bisa membiarkan bahan-bahan ini di kemasan aslinya sehingga Anda bisa melacak tanggal kedaluwarsanya.
  • Taruh bahan-bahan yang jarang dipakai di lokasi paling tinggi di dalam kabinet dinding, bukan di atas kabinet dinding!

Menata laci dapur:

  • Gunakan penyekat di dalam laci teratas untuk mengelompokkan sendok makan, sendok teh, garpu, pisau makan, pisau dapur, sendok sayur, dll. Pastikan Anda menyimpan benda-benda tajam di laci yang jauh dari jangkauan anak-anak atau di laci yang bisa dikunci
  • Laci-laci yang lebih besar bisa dipakai untuk menyimpan tumpukan panci, wajan, wadah-wadah plastik, dll.
  • Manfaatkan ruang di bawah wastafel untuk menyimpan produk-produk pembersih. Pastikan ruang ini terkunci agar tidak bisa dijangkau anak-anak.

 

sumber : https://www.cleanipedia.com

Read more

Jika Suatu Saat Nanti Kau Jadi Ibu…

Jadilah seperti Ummu Sufyan. Wanita yang tidak dikenal, tapi melahirkan tokoh paling terkenal di masanya, yaitu Sufyan ats-Tsauri. Meski suami telah mendahului ke alam baka, tapi Ummu Sufyan tetap tegar membesarkan anaknya. Bukan untuk sekadar bisa mengeja dunia, tapi untuk menjadi seorang yang luar biasa.

Sufyan kecil sudah mengerti arti berbakti. Meski cintanya pada ilmu begitu tinggi, tapi dia tahu diri. Ibu yang bekerja hanya sebagai penenun dan menafkahi beberapa anak tidak mungkin dibebani lagi.

Tapi di tengah kebimbangannya itulah sang ibu tampil bicara, “Nak, tuntutlah ilmu. Dengan alat tenun ini, ibu akan mencukupi semua kebutuhanmu (sa akfika bi mighzaly).”

Ummu Sufyan memang luar biasa. Tidak hanya menyemangati anaknya dan bekerja. Perhatian dan nasihat-nasihat berharganya pun terus mengalir mengiringi perjalanan anaknya menimba ilmu.

Di masa-masa tertentu, sang ibu mengevaluasi belajar Sufyan seraya berkata, “Nak, jika engkau telah mempelajari 10 masalah, maka berhentilah sejenak. Rasakan olehmu, apakah pelajaranmu selama ini telah membuatmu semakin takut kepada Allah, memberimu ketenangan, dan menjadikanmu tawadhu? Jika tidak, berarti pelajaranmu itu tidak berguna, bahkan justru berbahaya.”

Alhasil, jadilah seorang Sufyan ats-Tsauri yang dikatakan oleh Abdullah bin Mubarak: “Aku tidak menemukan orang di seluruh penjuru bumi ini yang lebih alim dari Sufyan.”

Sufyan yang selalu dikejar-kejar oleh penguasa untuk diangkat sebagai pejabat tinggi negara. Tapi sekalinya dia menghadap Khalifah al-Mahdi, Sufyan malah berkata: “Wahai Amirul Mu’minin, jangan lagi memanggilku sampai aku sendiri yang mau datang. Dan jangan pernah memberiku sesuatu sampai aku sendiri yang minta padamu.”

UST. ASEP SOBARI, LC
Akedemi Siroh

Read more